Wednesday, 30 December 2015

Mau melihat hari-hari baik.

1 Petrus 3:10-12 

"Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."


Hari ini terakhir di tahun ini, hanya beberapa jam lagi kita masuk tahun baru.

Apakah anda masih hidup dalam kepahitan? Kebencian? Dendam? Perpecahan? Tidak mengampuni?

Memang mengampuni jauh lebih berat daripada meminta maaf atau meminta pengampunan, tetapi Yesus Kristus membuka tangan sampai tangan-Nya berlubang paku untuk mengampuni kita. Lalu mengapa kita tidak mengampuni sesama kita?

Firman Tuhan dalam 1 Petrus 3:10-12 memperingatkan dengan keras, yaitu jangan berharap melihat hari-hari yang baik jika masih berkata dusta, mencaci maki, berbuat jahat, tetap membenci dan tak mau berdamai.

Jangan harap keberhasilan, kesehatan, kebahagiaan, kelancaran jika semuanya itu belum dibereskan. Sebaliknya kita akan menuai kesusahan, kerugian dan kekosongan atau kehampaan jiwa.

Walau mungkin kita merasa baik-baik saja, banyak uang dan hidup bebas, tapi semua itu hanya semu dan tidak akan bertahan lama.
Jangan berharap sesuatu lebih baik di tahun baru jika wajah Tuhan jelas-jelas sedang menentang anda.

Bertobat dan melakukan kasih itu bukan untuk kebaikan orang lain, tapi untuk kebaikan kita sendiri. 

Pertanyaannya sampai berapa lama masih berkeras hati dan kepala? Waktu terus berjalan, kita dan bumi ini semakin tua. Tidak mungkin kembali ke masa lalu yang indah, hanya mungkin mengusahakan masa depan yang indah. Dan itu dimulai dari sikap kita sekarang.

Kembalilah pada Tuhan Yesus, buka pintu hatimu untuk mempercayakan pemulihan dari Tuhan, buka tanganmu untuk mengampuni, terimalah hati yang baru.

Maka janji Tuhan sendiri dalam Firman Tuhan yang kita baca, bahwa kita akan begitu bahagia sehingga mencintai hidup kita ini (bukan menyesali hidup) dan kita akan melihat hari-hari baik dalam hidup kita ke depan.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian, selamat menyonsong tahun baru.

Amin.

Sunday, 25 October 2015

Gereja yang terbakar

Beberapa waktu ini mulai lagi marak berita pembakaran gedung gereja. Walau sebenarnya semenjak lama sudah ribuan gereja dibakar di Indonesia.

Sungguh menyedihkan bagi kita yang merasa bagian dari bangsa kita Indonesia namun diperlakukan bagai orang asing oleh kelompok-kelompok orang yang tidak bermoral namun bersembunyi dibalik jubah agama.

Kejadian terburuk adalah Situbondo dulu ketika gereja dan umat dibakar, bahkan sampai meraja lela ke daerah-daerah terpencil di Maluku. Melihat wilayah kepulauan Indonesia, kita paham bahwa tidak mungkin terjadi tanpa ada pelaku yang bergerak melakukan hal tersebut.

Terlepas apakah itu perbuatan provokator, permainan politik, atau tindakan gejolak sosial. Intinya adalah Iblis sedang bekerja giat untuk itu, karena tak ada satu tidakan biadab dan kejam itu mewakili sifat-sifat Allah. Apalagi sifat-sifat yang digambarkan Kristus pada salib.

Pemerintah juga tampak tak berdaya untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Malah semakin mengotak-ngotakkan masyarakat dengan membuat keputusan pendirian rumah ibadat, tak tanggung-tanggung 3 orang menteri duduk menyusun peraturan yang sepihak ini, yang memastikan minoritas sebagai minoritas dan mayoritas boleh semena-mena. Jadi apa yang bisa diharapkan lagi selain pada Tuhan saja?

Namun penulis melihat hal-hal positif dari kondisi ini. Yang pertama dan utama, saat kita baca Alkitab, kita makin diyakinkan karena berita Alkitab terbukti benar melalui peristiwa-peristiwa ini. Semua perkataan Yesus dalam Injil tentang zaman akhir tergenapi.

Kita semakin perlu membaca, berkonsultasi dan mencari aksi yang benar yang Alkitab sampaikan sehingga kita bisa bertahan sampai kesudahannya.

Beberapa ayat soal pembakaran gedung gereja yang penting untuk kita renungkan, semoga dapat memberi pencerahan, sebagai berikut:

1. Pastikan hatimu milik Kristus. Tak ada yang bisa dipertahankan di dunia ini.

Matius 6:21  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

2. Jangan bertahan pada hal-hal lahiriah seperti gedung gereja sebagai identitas maupun alat ibadah.

Markus 13:2  Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."

3. Orang "dunia" memang tidak cocok dengan/terhadap orang "sorgawi", orang dunia pemarah, pembenci, penganiaya dan sebagainya. Tinggalkan kota yang menganiayamu, pindah sajalah, inipun salah satu solusi Alkitabiah.

Matius 10:22-23  Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

4. Jangan takut. Takut itu cuma layak untuk Tuhan.

Matius 10:28-29  Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.  Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

5. Gereja itu benda hidup bukan benda mati, dimana kita berada di situ gereja ada, dan fungsinya hanya satu: memberitakan kabar baik yaitu Yesus Kristus satu-satunya jalan penebusan dosa dan keselamatan kekal dan Dia sangat mengasihi anda.

Matius 28:19-20  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."


Semakin dihambat semakin merambat. Demikianlah sejak dahulu Gereja bertumbuh. Saat Kristen mula-mula berdiri, semua fokus di Yerusalem. Kemudian penganiayaan terjadi, bahkan kaisar Nero membuat orang-orang Kristen menjadi tontonan adu hewan buas atau gladiator, bahkan ada yang dibakar sebagai penerang kota, banyak dipancung dan disalib. Maka tersebarlah orang-orang percaya ke Yudea, lalu makin jauh ke Samaria, terus ke Eropa, dan terus sampai ke ujung-ujung bumi termasuk Indonesia yang kita cintai ini.

Kiranya Tuhan Yesus memberikan penghiburan dan hikmat bagi kita dan saudara-saudara seiman yang sedang dalam penganiayaan. Amin.

Tuesday, 29 September 2015

Yesus Kristus, Tuhan? Ya, Dia Tuhan.

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan apakah Yesus Kristus itu benar Tuhan? --> Ya benar, Yesus Kristus itulah Tuhan yang menjelma dalam wujud manusia agar bisa menyelamatkan manusia.

Jikalau Tuhan menjadi manusia apakah itu masuk akal? --> Ya benar. Dimana saat ini banyak manusia mengaku bahkan membesarkan dirinya sebagai tuhan padahal tidak, Yesus Kristus tidak pernah membesar-besarkan diri-Nya namun seluruh perbuatan dan integritas hidup-Nya sama persis sebagai Tuhan yang sejati. Perbuatan-Nya membuktikan siapa diri-Nya.

Apa bukti bahwa Yesus Kristus benar-benar Tuhan? --> Ya, banyak bukti. Bahkan jika anda sungguh terbuka, anda bisa bertanya pada-Nya sendiri, Dia akan menjawab anda. Karena Dia Tuhan yang hidup dan juga berjanji, "Berbahagialah orang yang haus dan lapar akan kebenaran karena ia akan dipuaskan."

Saya menulis di bawah ini beberapa bukti Yesus Kristus adalah Tuhan yang sejati. Jika hati anda terbuka, niscaya anda bahkan bisa bertemu dengan Dia secara pribadi.

No. 1. Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia. Dia adalah yang disebut "KITA" yang menciptakan langit dan bumi pada awalnya.

Kejadian 1:1, 26 
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
......
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Yohanes 1:1, 14
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
......
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

No. 2. Yesus Kristus adalah sang maha Pencipta sendiri. Menciptakan yang tidak ada menjadi ada, membuat yang baru dan tak pernah ada sebelumnya. Menciptakan organ tubuh manusia, lumpuh berjalan, buta melihat, bisu bicara, tuli mendengar, tubuh kusta menjadi baru, bahkan tubuh mati membusuk di ciptakan dan dihidupkan lagi.

Yohanes 5:5, 8-9 
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
......
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Yohanes 9:1, 11 
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
......
Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."

Markus 7:37  Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

Matius 8:3  Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Yohanes 11:17, 25, 43-44 
Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
......
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
......
Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

No. 3. Yesus Kristus berkuasa atas Setan dan Roh Jahat. Dia tidak pernah jatuh dalam godaan atau pencobaan. Dia dilahirkan Kudus dari Roh Kudus bukan hubungan manusia dan Dia hidup kudus (bahkan roh jahat tidak dapat mendakwa Dia karena Dia kudus adanya).

Lukas 4:12-13 
Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Markus 3:11 
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah."

Matius 8:16-17 
Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.  Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."

Matius 1:20-21 
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Markus 1:23-24 
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."

No. 4. Yesus Kristus berkuasa terhadap alam semesta.

Matius 8:26-27
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?" 

Matius 14:24-27  
Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. 
Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Matius 17:27
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."

Yohanes 21:6
Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 

Matius 21:19
Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

No. 5. Yesus Kristus berkuasa menghapus dosa, bahkan dengan cara menanggung dan berkorban menggantikan kita untuk menerima upah dosa yaitu maut. Disahkan oleh kesaksian kebangkitan-Nya dari kematian dan oleh kitab suci sendiri.

Roma 6:23
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

1 Petrus 2:24
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

1 Korintus 15:3-4
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

Demikianlah beberapa bukti yang nyata dari kehidupan Yesus Kristus yang menunjukkan identitas sebagai Tuhan.

Terlepas dari fanatisme apapun, bahkan Tuhan Yesus datang kepada kaum bangsa dimana Dia dilahirkan yang memiliki tradisi dan agama Yahudi yang kuat. Tuhan Yesus tidak membawa agama, Dia membawa jalan keselamatan, Dialah agama itu sendiri. Tidak ada jalan lain jikalau Allah sendiri sudah menyatakan diri dalam manusia Yesus Kristus.

Lihatlah, betapa indahnya kabar baik ini. Kata Tuhan Yesus dalam Yohanes 6:37-40 :

"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Amin.

Monday, 28 September 2015

Keempat fakta rohani - keputusan Allah.

Saat ini saya ingin menyampaikan kenyataan hakiki manusia. Walau mungkin inilah yang selalu menjadi topik bahasan dalam website ini, namun saya tidak jemu-jemu mengulanginya. Karena kenyataan rohani ini adalah fakta bagi setiap manusia.

Dan setiap manusia menuju pada suatu titik dimana seluruh hidupnya akan bergantung pada sikapnya terhadap keempat fakta rohani ini.

Mari setiap kita menguji kebenarannya, bukan dengan berdebat tapi menyelidiki hati dan hidup masing-masing. Kita semua ingin diselamatkan dari dosa dan diterima di sisi Allah dalam sorga. Jadi kita semua punya waktu dan kesempatan mencari jalan tersebut semasa hidup kita yang singkat ini.
Jika ini persoalan hidup, carilah dengan serius. Jangan sia-siakan kesempatan ini, kata firman Tuhan, "Carilah Tuhan maka kamu akan hidup!"

Saya sudah mencari Tuhan sekitar 15-16 tahun yang lalu dan menemukan Dia, oh tidak, lebih tepatnya Dia menemukan saya atau membiarkan saya menemukan Dia. Ya kasih karunia, hanya oleh kasih karunia.

Saudaraku, inilah faktanya dari no.1 sampai no.4.

No. 1. Semua manusia berdosa oleh karena itu secara rohani disebut mati.

Efesus 2:1-3 

Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.


No. 2. Semua usaha manusia untuk menyucikan dirinya sendiri dengan perbuatan baik, moral, sedekah, beribadah dan sebagainya adalah sia-sia. Tidak mungkin menjadi suci, sebanding dengan kekudusan Tuhan. Hanya kalau Tuhan menetapkan cara dan anugerah-Nya saja maka manusia diampuni.

Efesus 2:8-9

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.


No. 3. Allah menetapkan kasih karunia-Nya hanya dalam penebusan yang diperbuat Kristus Yesus pada salib. Hanya kurban manusia yang kudus yang bisa jadi penebus yang sempurna, tidak ada yang lain.

1 Petrus 2:24 

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.


No. 4. Allah telah menunjukkan kasih-Nya, kemudian menetapkan cara-Nya, dengan cara percaya dan menerima kasih karunia Allah yaitu Yesus Kristus sebagai Tuhan dan penebus dosa, maka manusia diselamatkan, bahkan diberi kepastian dengan diangkat/diadopsi sebagai anak-anak Allah. Tidak ada cara lain yang disediakan Allah bagi manusia. Maukah anda menerima-Nya?


Yohanes 1:12

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Yohanes 3:16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.


Jika setelah membaca keempat fakta rohani ini anda merasakan sentuhan Allah dalam hati anda, sehingga anda menjadi yakin dan percaya bahwa anda membutuhkan pengampunan dosa. Maka anda dapat menyampaikannya sendiri kepada Tuhan Yesus melalui doa sederhana ini:

"Tuhan Yesus, saya mengaku saya orang berdosa, saya membutuhkan pengampunan-Mu. Jadilah Tuhan dan Penebus dosa saya. Dan terimalah syukur ku kepada-Mu. Amin."


Selamat, bagai sang surya terbit di ufuk timur, demikian hidup baru terbit dalam mu. Tuhan memberkati. 


Saturday, 4 July 2015

Tomas si peragu? (Doubting Thomas?)


Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “ Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

(Yohanes 20:25)


Saudara yang dikasihi Tuhan, mungkin inilah kalimat yang paling terkenal dari seorang rasul Yesus Kristus bernama Tomas. Dan mungkin inilah yang menyebabkan julukan Tomas kita sandangkan kepada orang yang ragu-ragu atau meragukan sesuatu. Penulis ingat ketika kecil saat tidak yakin terhadap sesuatu, anak-anak lain akan menyoraki penulis dengan sebutan Tomas.

Tomas, menjadi trade mark untuk mereka yang ragu-ragu. Benarkah demikian?

Sebenarnya dalam keseluruhan Injil, dicatat ada 4 kali percakapan yang melibatkan Tomas berbicara atau mengemukakan pendapatnya. Sesungguhnya tidak semuanya menunjukkan keraguannya. Bahkan tampaknya Tomas adalah salah satu murid yang paling pemberani dengan realistis. Artinya, keberaniaannya bukan emosional seperti Petrus yang berkata dengan percaya diri tidak akan menyangkal Yesus namun malam harinya tiga kali menyangkal Yesus, lalu pergi menangis tersedu-sedu. Tidak dengan Tomas.

Pada pembacaan lain dikisahkan saat Yesus menghadiri pentahbisan Bait Allah di Yerusalem dan Yesus berjalan-jalan di Serambi Salomo pada Bait Allah itu. Yohanes 10 mencatat bahwa saat itu Yesus dipertanyakan identitas-Nya apakah Mesias atau bukan oleh para orang Yahudi saat itu. Dan saat Yesus bahkan menyatakan dengan jelas identitas-Nya melalui bukti-bukti pekerjaan ajaib yang dilakukan-Nya, malah orang-orang Yahudi mengatakan Yesus menghujat Allah dan hendak melempari Dia dengan batu.

Pada pasal berikutnya, Yohanes 11 mencatat bahwa setelah sekian waktu lamanya Yesus pergi menjauhi Yerusalem dan Yudea, kedengaranlah berita bahwa Lazarus sedang sakit. Lazarus ini adalah saudara Marta dan Maria, kedua orang wanita yang melayani Yesus dan rombongan-Nya, ketiga kakak beradik ini bagaikan saudara bagi Yesus dan murid-murid. Dan Lazaruspun meninggal karena sakit. Kemudian Yesus memutuskan untuk kembali ke Yudea menemui keluarga duka ini. Saat itulah para murid berkomentar: “Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?” Yesus tetap bersikeras ke sana.

Dan kemudian inilah perkataan heroik Tomas saat itu: “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia.”

Wow, ini sebuah pilihan kata yang penuh keberanian atau kenekatan? Menurut saya ini keberanian sejati. Dia bisa memilih untuk tidak pergi, memilih melihat dari jauh, namun Tomas bahkan mengajak dan menyemangati murid-murid lain untuk pergi bahkan jika perlu, mati bersama-sama Yesus. Namun adakah orang mengingat ini? Selain Tomas si peragu, apakah ada yang mengingat Tomas si pemberani?

Kemudian catatan selanjutnya adalah menunjukkan ketelitian Tomas dalam setiap pengajaran Yesus. Malam itu setelah perjamuan kudus, yaitu setelah Yesus membasuh kaki murid-murid untuk mengajarkan para murid menjadi lebih rendah hati lagi dibanding siapapun juga, karena sebagai guru dan Tuhan, Yesus telah membasuh kaki murid-muridnya bagai seorang hamba (pembantu rumah tangga), maka tentu para murid harus lebih rendah lagi daripada gurunya. Kemudian setelah perjamuan dimana Yesus mengisyaratkan penghianatan yang akan dialami-Nya dan kegagalan Petrus yang akan menyangkal diri-Nya, kemudian Yesus menjelaskan tentang Sorga sebagai Rumah Bapa. Yesus berkata “Dan kemana Aku pergi (yaitu Rumah Bapa), kamu tahu jalan ke situ.”.

Yohanes pasal 14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu kemana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

Ini pertanyaan paling tepat dan paling kritis dari seorang murid Yesus, dan ini keluar dari mulut Tomas. Dia benar, memang Yesus memberitahukan bahwa Dia akan pergi ke Rumah Bapa menyediakan tempat bagi mereka, namun tidak menunjukkan arah atau jalan ke Rumah itu, selayaknya seorang menunjukkan tempat, namun Yesus berkata para murid tahu jalan ke situ. Tentu ini membingungkan, namun Tomas lah yang bertanya. Sehingga Yesus menyatakan jalan ke Rumah Bapa dengan jelas, bahkan menjadi ayat hafalan dan ayat kepastian keselamatan dalam iman kepada Yesus Kristus, ayat selanjutnya, Kata Yesus kepadanya: “Akulah Jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa (Sorga), kalau tidak melalui Aku.”

Memperhatikan ini, apakah orang mengingat Tomas sebagai seorang yang kritis dan penuh perhatian terhadap perkataan Yesus? Atau sekedar Tomas yang meragukan Yesus?


Selanjutnya setelah Yesus disalibkan, pada hari ketiga Dia bangkit dari antara orang mati. Dan ini menjadi berita panas saat itu. Informasi simpang siur. Faktanya batu penutup gua kuburan Yesus telah terguling dan kubur mengaga. Tak ada mayat Yesus di sana selain kain kapan yang tergulung rapih. Para tentara yang manjaga kubur menyaksikan kegentaran mengerikan saat gempa mengguncang dan menggeser batu penutup itu, mereka lari ketakutan saat Yesus bangkit.

Pagi-pagi benar para wanita melaporkan kubur Yesus telah kosong, para murid-murid berlarian membuktikan hal itu. Maria bahkan tertinggal di taman dekat kubur itu dan bertemu dengan Yesus yang sudah bangkit. Lalu kedua murid lain yang hendak ke luar kota pun bertemu Yesus. Alkitab mencatat bahwa Yesus menampakkan diri berkali-kali diberbagai tempat.

Para ahli Taurat dan orang Farisi mengeluarkan fatwa bahwa mayat Yesus dicuri para murid-murid-Nya. Sehingga para murid menjadi takut dan mengunci diri dalam rumah-rumah persembunyian, sampai tiba-tiba Yesus datang di tengah-tengah mereka, bahkan makan bersama mereka membuktikan kebangkitan-Nya dari kematian. Namun saat itu Tomas tidak hadir.

Kemudian ketika bertemu Tomas pada kesempatan lain, para murid mengatakan bahwa mereka telah melihat Yesus yang sudah bangkit. Apa respon Tomas?

Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Dan sejak itu julukan Tomas si peragu menjadi sindiran bagi mereka yang meragukan sesuatu apapun.

Kecenderungan manusia memang demikian, lebih mudah melihat kekurangan (atau dianggap kekurangan) pada diri orang lain. Kita mungkin pernah melihat seorang anak buta yang bermain piano begitu lincah bak maestro, namun saat kita belum mengenal dan hanya melihat dia duduk sebagai bocah buta, kita melihat dengan rendah dan kasihan atas kekurangan itu. Padahal, kita bahkan tidak tahu bagaimana memainkan kunci dasar piano.

Tomas meragukan Yesus? Tentu tidak. Dia tidak takut mati bersama Yesus. Dia tahu siapa Yesus sebagai jalan dan kebenaran dan hidup. Dia juga mendengar perkataan Yesus tentang Mesias yang harus mati lalu bangkit pada hari ketiga. Tetapi juga berita simpang siur berputar-putar saat itu. Gosip menjadi realita yang sangat berbahaya pada masa itu. Murid-murid mengaku melihat Yesus, namun berita lain dari para prajurit yang menjaga kubur adalah mayat Yesus dicuri orang. Seorang mati lalu bangkit? Ini pernah terjadi pada Lazarus. Jadi respon Tomas adalah sangat kritis, jika belum mencucukkan jari pada lubang paku dan lambung Yesus, dia tidak percaya.

Saya sangat bersyukur dengan keteguhan dan kritisnya iman Tomas. Saat ini banyak injil palsu yang beredar. Awalnya hanya mayat Yesus yang dicuri. Kemudian ada injil yang menyatakan bahwa yang dihukum dan yang bangkit merupakan orang yang berbeda. Atau ada seorang yang dirupakan seperti Yesus dan bangkit. Tanpa pengalaman Tomas mencucukkan jari pada lubang paku di tangan dan kaki Yesus, serta lambung-Nya, maka saya kesulitan membuktikan bahwa benar Yesus itulah yang mati dan yang bangkit. Tak ada seorang manusia yang di “rupa” kan Yesus sebagai kebangkitan dan masih hidup dalam kondisi tangan dan kaki berlubang dan lambung berlubang bukan? Kecuali benar-benar tubuh ilahi itulah yang sudah bangkit yaitu tubuh Yesus sendiri sebagai Tuhan sejati.

Jika memang “permintaan” bukti dari Tomas ini tidak penting bagi Tuhan Yesus, tentu tidak dicatat dalam Alkitab. Terlebih lagi, buat apa Tuhan Yesus meladeni dengan datang pada Tomas meminta dia mencucukkan jarinya pada lubang paku dan lambung-Nya?

Di waktu kemudian, saat seperti yang sama, Yohanes 20 mencatat, para murid sedang bersembunyi pada rumah terkunci, saat Tomas ada, Yesus kembali hadir secara ajaib saat itu. Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Sebuah seruan dan pengakuan iman yang otentik, pasti dan berdasar bukti yang akurat. Tomas menjadi satu-satunya saksi yang kritis. Dengan iman Tomas, maka setiap orang bisa yakin dan percaya, bahwa hanya satu injil yang benar dan itu adalah apa yang disaksikan Tomas sendiri, yaitu Yesus Kristus benar-benar Tuhan dan Allah yang menjadi manusia, yang mati dan bangkit, benar-benar hidup, Tomas meraba dan mengetahui dengan pasti.

Tuhan sama sekali tidak menyalahkan Tomas, tapi Tuhan Yesus tahu bahwa akan banyak orang yang mencari bukti seperti Tomas. Setelah angkatan itu tiada, yaitu para Rasul, maka akan sangat sulit bagi orang untuk membuktikan kebenaran Injil tentang keselamatan Yesus Kristus. Akan banyak injil-injil palsu dan berita simpang siur. Tapi dengan adanya Tomas, ini akan memastikan semua orang yang tidak melihat dan percaya untuk berbahagia.

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Kisah Tomas dalam Alkitab mungkin habis di sini, dia tidak menulis surat maupun injil seperti Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Tidak juga seperti Yudas (bukan Iskariot) maupun Yakobus, atau seperti Paulus yang terkenal itu. Sejarah gereja mencatat, Tomas pergi ke daerah India memberitakan injil Yesus Kristus di sana.

Dimana tempat yang sangat mengutamakan bukti untuk percaya. Dimana orang-orang yang mempercayai apa saja yang kelihatan memberikan bukti (contoh percaya ular yang bisa mematikan, pohon yang memberi perlindungan, matahari dan sebagainya). Tomas hadir di sana sebagai satu-satunya manusia yang memberikan bukti, aku sudah melihat kebenaran dan aku percaya dengan kebenaran itu sepenuh akal dan hatiku.

Kita tidak melihat Yesus dan mencucukkan tangan kita pada lubang paku dan lambung-Nya. Tapi Tomas sudah. Kita punya bukti yang terlengkap, kita memiliki Alkitab. Tidak melihat namun percaya bukan berarti tidak mengenal dan percaya bodoh. Tetapi percaya dengan sepenuh hati dan pengertian. Alkitab tersedia untuk itu, jika kita membaca dan mempelajarinya sepenuh hati. Suatu saat kita juga akan melihat Dia, bukan saja berbahagia, tetapi lebih daripada berbahagia.



Iman Tomas, seorang yang percaya bukan saja lewat perasaannya, tetapi dengan melihat, menyentuh dan dengan akal budinya sesadar-sadarnya. Adakah anda percaya sepenuhnya seperti iman Tomas? Ya Tuhanku dan Allahku! Amin. -md






Translation to English.

Doubting Thomas?


The meaning of the word disciples others told him: "We have seen the Lord!" But Thomas said to them, "Unless I see the nail marks in his hands and before I put a hand into his side, occasionally I will not believe."

(John 20:25)

Sisters loved by the Lord, this is probably the most famous phrase of an apostle of Jesus Christ named Tomas. And perhaps this is what causes the nickname Tomas us sandangkan to those who hesitate or doubt something. Author remembers as a child when it is not sure about something, the other children will be cheering for the author as Tomas.

Tomas, a trade mark for those who hesitate. Is that right?

Actually, the whole gospel, noting there are 4 times the conversations involving Tomas speak or express their opinions. Surely not all of them show his doubts. Even seemingly Tomas is one of the most courageous students with realistic. That is, he is brave and not emotional like Peter who said confidently will not deny Jesus, but the next night denied Jesus three times, and left sobbing. Not with Tomas.

On the other readings narrated when Jesus attended the dedication of the temple in Jerusalem, and Jesus was walking in Solomon's Porch in the temple. John 10 Jesus noted that when his identity is questionable whether or not the Messiah by the Jews at that time. And when Jesus even stated clearly his identity through evidence magical work he has done, even the Jews say Jesus blaspheme God and wanted to stone him with stones.

In the next chapter, John 11 noted that after such a long time he went away from Jerusalem and Judea, heard of the news that Lazarus was sick. This Lazarus is the brother of Martha and Mary, two ladies who serve Jesus and his entourage, the three brothers are like a brother to Jesus and the disciples. And Lazarus later died of illness. Then he decided to return to Judea, to meet the family's grief. That's when the students commented: "Rabbi, recently the Jews tried to stone you, and are you going there?" Jesus insisted there.

And then this is the time Tomas heroic words: "Let us go also to die together with him."

Wow, this is an option that says courage or recklessness? I think this is true courage. He could choose not to go, choose a look from a distance, but Tomas even invite and encourage other students to go even if necessary, to die with Jesus. But does anyone remember this? In addition to doubting Thomas, does anyone remember the brave Tomas?

Then the next record is to show the accuracy Tomas in every teaching of Jesus. That night after communion, that is, after Jesus washed the disciples' feet to teach students to become more humble longer than anyone else, because as a teacher and Lord, Jesus washed the feet of his disciples like a servant (housekeeper), then of course the students should be lower than the teacher. Then after supper where Jesus hinted betrayal that will be experienced Him and failures Peter would deny Him, then Jesus describes heaven as the Father's House. Jesus said, "And where I go (ie Father's House), ye know the way.".

John, chapter 14: 5 Thomas said to him, "Lord, we do not know where you are going; so how can we know the way? "

This inquiry is most appropriate and the most critical of a disciple of Jesus, and this came out of the mouth of Tomas. He's right, it is Jesus tells us that he will go to the Father's House provides a place for them, but do not indicate the direction or path to the house, should a show place, but Jesus told the disciples know the way. Of course this is confusing, but Tomas was the one who asked. So that Jesus reveals the way to the house of the Father clearly, even into the memory verse and verse certainty of salvation by faith in Jesus Christ, the next verse, Jesus said to him: "I am the way and the truth and the life. No one comes to the Father (heaven), but by me. "

Noting this, if people remember Thomas as a critical and attentive to the words of Jesus? Or just Thomas who doubted Jesus?

Furthermore, after Jesus was crucified, on the third day He rose from the dead. And this became hot news at the time. Information maze. In fact the stone cave tomb had been rolled away and the tomb open. There was no body of Jesus there in addition to the fabric when rolled up neatly. The soldiers who witnessed the grave is in terrible fear when the earthquake rocked and shift the stone, they fled in fear when Jesus was resurrected.

Early in the morning the women reported the empty tomb, the disciples ran proves it. Maria even left behind in a park near the tomb and met the risen Jesus. Then two other students who want to out of town to meet Jesus. The Bible records that Jesus appeared many times in various places.

The scribes and Pharisees issued an announcement that the body of Jesus stolen by His disciples. So that the disciples became afraid and lock themselves in houses hiding, until suddenly Jesus comes in the midst of them, even eating with them to prove the resurrection from the dead. But then Thomas was not present.

Then when I met Tomas on another occasion, the students said that they had seen the risen Jesus. What response Tomas?

"Unless I see the nail marks in his hands and before I put a hand into his side, occasionally I will not believe."

And since it is the nickname of a doubting Thomas became hint for those who doubted anything.
The human tendency is so, more easily see the flaws (or perceived lack of) in others. We may never see a blind child playing the piano so mercurial maestro tub, but when we do not know and just seeing him sitting as a blind boy, we look with pity upon low and the lack of it. In fact, we do not even know how to play the piano key basis.

Thomas doubted Jesus? Certainly not. He was not afraid to die with Jesus. He knows who Jesus as the way, the truth and the life. He also heard the words of Jesus the Messiah who must die and rise on the third day. But also news swirling maze that time. Gossip becomes reality very dangerous at that time. The disciples claimed to see Jesus, but the other news of the soldiers guarding the tomb is Jesus' body was stolen. One died and rose? This never happened to Lazarus. So Tomas response is very critical, if not put a finger in the nail holes and the side of Jesus, he did not believe.

I am very grateful for the persistence and critical of faith of Thomas. Today many false gospels in circulation. Initially only the body of Jesus that was stolen. Then there is the gospel that states that were punished and the rise is a different person. Or a man who made look like Jesus and rose. Without experience Tomas put a finger in the nail holes in his hands and feet of Jesus, and His side, then I find it difficult to prove that the true Jesus is dead and risen. No one man in the "image" of Jesus as the resurrection and still live in conditions of the hands and feet perforated and perforated stomach is not it? Unless absolutely divine body that the body of the risen Jesus himself as the true God.

If indeed "demand" proof of Tomas is not important to the Lord Jesus, it is not recorded in the Bible. Moreover, why wait on the Lord Jesus came on Tomas asks him put a finger in the nail holes and his side?

At a later time, as the same moment, John 20 notes, the disciples were hiding in the house is locked, when Thomas was, Jesus miraculously comes back then. Then he said to Thomas: "Put your finger here and see my hands, stretch out your hand and put into my stomach and you do not believe anymore, but trust me."

Thomas answered him, "My Lord and my God!"

An appeal and recognition of authentic faith, sure and accurate based on the evidence. Tomas became the only witnesses were critical. By faith Tomas, then everyone can be confident and believe that only the gospel is true and that is what was witnessed Tomas himself, Jesus Christ really God and the God who became man, died and rose, really alive, Tomas fingered and find out for sure.

God did not blame Thomas, but Jesus knew that many people will look for evidence like Tomas. After that generation died, namely the Apostles, it will be very difficult for people to prove the truth of the gospel of salvation of Jesus Christ. There will be many false gospels and confusing news. But with Tomas, this will ensure that all those who do not see and believe it to be happy.

Jesus said to him: "Because you have seen Me, you have believed. Blessed are those who have not seen and yet have believed. "

Tomas story in the Bible may run out here, he did not write the letter and the gospel such as Matthew, Mark, Luke and John. Not like Judas (not Iscariot) or James, or as Paul is famous for. Church history notes, Tomas went to the area of ​​India preaching the gospel of Jesus Christ there.

Where is the place that prioritizes evidence to believe. Where people who believe anything that seemed to provide proof (eg believed snakes can be deadly, tree protection, sun and so on). Tomas was present there as the only man who gave evidence, I've seen the truth and I believe the truth of the whole mind and heart.

We do not see Jesus and put a hand us the nail holes and his side. But Thomas already. We have the most comprehensive evidence, we have the Bible. Do not see but believe it does not mean do not know and trust stupid. But believe with all my heart and understanding. Bible available to it, if we read and study it wholeheartedly. Someday we will see Him, not only happy, but more than happy.
Faith Thomas, one who believes not only through his feelings, but by seeing, touching and with his intellect and most conscious. Do you believe fully like faith Tomas? My Lord and my God! Amen. -md.


Tuesday, 26 May 2015

Ketakutan yang tidak perlu (Unnecessary fears)

Markus 4:35
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang.,

Ketika Yesus mengajak kita untuk mengikuti Dia lalu kita mengikuti Dia, kadang kita lupa siapa Dia. Saat kita melangkah ke dalam "perahu iman" itu, kita tahu bahwa 1. Yesus yang mengajak kita, 2. Yesus juga naik perahu yang sama, 3. Yesus maha kuasa. Ketika "badai hidup" melanda, saat kita ketakutan, sungguh itulah ketakutan yang tidak perlu.

Para murid-murid yang notabene sebagian besar nelayan sampai ketakutan berteriak-teriak pada Yesus.  Mereka bahkan berseru Tuhan kau tak peduli kita binasa? Karena saat itu Yesus tertidur di perahu.

Markus 4:37-38
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Nelayan ketakutan badai tentu bukan badai biasa. Tapi ketiduran dalam ombang-ambing badai juga bukan orang biasa, terlebih ketika beberapa kata saja cukup meneduhkan badai itu. Bagi kita badai menakutkan, bagai Yesus itu bagai ayunan nina bobo.

Markus 4:39
Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Ingat, 1. Yesus yang mengajak kita, 2. Yesus turut bersama kita, 3. Yesus adalah Tuhan yang maha kuasa. Marilah kita percaya dan membuang ketakutan yang tidak perlu itu. Tuhan memberkati.
Amin.

Oleh: Mark Dohar.




Translation to English.



Mark 4:35
On that day, when it was already evening, Jesus said to them: "Let us leave to the other side.,

When Jesus calls us to follow Him and we follow Him, we sometimes forget who He is. The moment we stepped into the "boat of faith", we know that 1. Jesus invites us, 2. Jesus also ride the same boat, 3. Jesus almighty. When the "storms of life" struck, as we fear, the fear that's really unnecessary.

The students were in fact mostly fishermen to fear yelling at him. They even cried Lord you do not care if we perish? Since that time he fell asleep on the boat.

Mark 4: 37-38
Then And a very powerful storm and the waves gushed into the boat, so the boat was beginning to fill with water.
At that time Jesus was in the stern on a cushion. Then the disciples woke him and said to him, "Teacher, do not you care if we drown?"

Fishermen fear the storm certainly not an ordinary storm. But overslept in swing tide of storm is not an ordinary person, especially when a few words are enough calm the storm. Scary storm for us, like Jesus was like swing lullabies.

Mark 4:39
He got up, rebuked the wind, and said unto the sea, "Quiet! Be still!" And the wind ceased and there was a great calm.

Remember, 1. Jesus invites us, 2. Jesus participate with us, 3. Jesus is God Almighty. Let us believe and discard unnecessary fear it. God bless.
Amen.

By: Mark Dohar.

Sunday, 24 May 2015

Roh Kudus untuk kamu! (Holy Spirit is for you)


Yohanes 14:16-18

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.


Apakah kita mengerti dan tahu bahwa kita memiliki Seorang Penolong yang luar biasa?

Ketika Yesus dijanjikan sebagai Imanuel yaitu Allah beserta kita, maka benar-benar Dia tidak meninggalkan kita. Dia naik ke sorga namun pribadi yang setara dan selalu bersama-sama Allah pun turun memastikan janji Imanuel tetap berlaku. Itulah Roh Kudus sendiri.

Siapa Roh Kudus?
  1. Seorang (pribadi) Penolong yang dari Sorga (dari Bapa).
  2. Bersifat kekal, menyertai selama-lamanya.
  3. Berwujud Roh Kebenaran, artinya suci, kudus, teguh, mutlak, tolak ukur benar.
  4. Berlawanan dengan dunia. Tentu saja karena duniawi tidak sama dengan sorgawi. Dunia tidak mengerti dan tidak menerima Dia.
  5. Dimana Roh Kudus berdiam? Di dalam hati orang percaya! Bukan di patung, bangunan, alam, hewan dll. Sejak awal dicurahkan pada hari Pentakosta, bahkan sebelumnyapun, Roh Kudus berdiam dalam manusia yang beriman.
  6. Kehadiran Roh Kudus sama saja dengan kehadiran Tuhan Yesus. Seperti kata-Nya, Aku datang kembali. Sehingga segala kehebatan Tuhan Yesus semasa bertubuh manusia sekarang bahkan kini tersebar dalam tubuh tiap orang-orang percaya, yaitu kasih, kuasa, hikmat, mukjizat, kekudusan, dll.

Roh Kudus itu untuk kita. Bayangkan hidup tanpa-Nya di dunia ini. Tanpa Penolong, tanpa Pengingat, tanpa Kekuatan, tanpa Harapan akan hidup kekal di sorga. Betapa kita akan terseret dan tenggelam dalam dunia yang menuju kebinasaannya.

Apakah anda sudah "memanfaatkan" anugerah Roh Kudus ini? Jika kita seorang Kristen, kita beruntung sekali, jika dan hanya jika kita menyadarinya. Amin.

Selamat hari Pentakosta.

Translation to English.
John 14: 16-18
I will ask the Father, and he will give one another Helper, that He is with you forever, the Spirit of truth.

Do we understand and know that we have An extraordinary Helper?
When Jesus promised as Immanuel-God with us, then truly He did not leave us. He ascended into heaven, but another equal Personal which always together with God ever since, came down to make sure the promise of Immanuel remain valid. That is the Holy Spirit himself.
Who is the Holy Spirit?
  1. A (personal) Helper from heaven (from the Father).
  2. Eternal, accompanying forever.
  3. In form as Spirit of truth, is without false, holy, unwavering, absolute, true measurement.
  4. Contrary to the world. For sure worldly is never the same to Heavenly. The world does not understand and does not accept him.
  5. Where the Holy Spirit dwells? In the hearts of believers! Not at statues, buildings, nature, animals, etc. Since the beginning when poured out at Pentecost, even before that, the Holy Spirit dwells in a man of faith.
  6. The Spirit's presence is tantamount to the presence of the Lord Jesus. Like he said, I came back. So that all the greatness of the Lord Jesus during bodied of man, even now spread within the body of each believer, which are: love, the power, wisdom, miracles, holiness, etc.
Holy Spirit is for us. Imagine life without him in this world. Without Helper, without Reminders, without Strength, without hope of eternal life in heaven. How we will be dragged and immersed in a world that is heading into destruction.
Do you have "use" the gift of the Holy Spirit? If we are Christians, we are lucky, if and only we realize. Amen.

Happy Pentecost day.

Friday, 3 April 2015

Pukat – Serial Hal Kerajaan Sorga

Pukat – Serial Hal Kerajaan Sorga

Pembacaan: Matius 13:47-50
Perumpamaan Pukat untuk menjelaskan tentang hal kerajaan Sorga adalah bagian terakhir dari kelas para murid malam itu, yang menjadi penutup penjelasan Tuhan Yesus tentang hal kerajaan Sorga.

Ini sangat menarik, pada penutup pelajaran ini, ketika Tuhan Yesus bertanya pada para murid apakah mereka mengerti semua itu, yaitu semua penjelasannya itu, dan para murid menjawab bahwa mereka mengerti (Ayat 51).


Tentu saja mereka mengerti karena sejak awal mereka diberi kunci untuk mengerti perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, yaitu dengan cara mendengar yang benar. Cara mendengar yang benar telah kita ketahui bersama melalui perumpamaan Sang Penabur. Sebaiknya jika anda belum membacanya, dapat membacanya dengan meng-klik tautan pada judul tersebut.

Kita juga sudah memahami berbagai sudut penjelasan TuhanYesus tentang hal kerajaan Sorga dari perumpamaan-perumpamaan sebelum ini, yaitu tentang Lalang di antara Gandum, Biji Sesawi dan Ragi, kemudian Harta Terpendam dan Mutiara yang Berharga. Pembaca dapat meng-klik pada judul tersebut untuk menuju tautan dimaksud.

Mendengar yang benar adalah mereka yang mendengar untuk mengerti, yaitu yang menyiapkan hatinya seperti tanah gembur yang siap ditanami benih yang baik. Artinya ketika mendengarkan firman Tuhan Yesus, kita sungguh mempersiapkan hati dan pikiran kita tertuju pada-Nya, berharap dan bergantung penuh pada Roh Kudus yang menuntun pikiran kita. Sangat disayangkan, saat ini kebanyakan jemaat disibukkan dengan gadget mereka saat beribadah. Mungkin jika gadget tersebut digunakan untuk membaca Alkitab elektronik dan mencatat, maka baik adanya. Tapi sayangnya, tampaknya sekarang tidak lagi tabu memainkan handphone, membalas pesan, melirik media sosial saat ibadah berlangsung. Bahkan kita sering melihat orang tua yang membiarkan anak-anaknya bermain gadget sementara ibadah, mungkin untuk menyibukkan anak agar tidak ribut, tetapi sebenarnya malah mengajarkan anak untuk tidak menghormati Allah. Inilah kesesatan zaman sekarang.

Perumpamaan tentang Pukat ini akan menjadi pemungkas yang akan menertibkan kita kembali pada kenyataan sebenarnya. Mengembalikan kita pada kesadaran dari ketidak sadaran akibat pesona dunia ini. Demikian Tuhan Yesus berfirman:

Matius 13: 47-50.

Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; disanalah terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Sebuah kisah yang ditutup dengan ancaman rupanya, sungguh mengerikan memikirkan dapur api dan penyiksaan yang penuh ratapan dan kertakan gigi. Tentu ini seperti seember air es yang disiramkan ke kepala kita bukan? Tentu kita tidak mau menjadi mereka yang dicampakkan ke dalam dapur api itu.

Kenyataannya adalah semua kepercayaan mempercayai ada hukuman bagi orang jahat. Semua orang tampaknya takut masuk neraka. Anda mungkin mengelak dengan pertanyaan bagaimana kaum ateis? Mereka tidak percaya adanya sorga dan neraka. Namun kenyataannya adalah mereka sekedar berusaha menghilangkan kondisi menakutkan itu dengan membuat kepercayaan sendiri, yang tentunya tidak pernah bisa dia buktikan sendiri, karena dia belum mengalaminya.

Apakah anda sadar, bahwa seluruh tokoh kepercayaan sebenarnya tidak atau belum melalui semua ajarannya sendiri? Kecuali Yesus Kristus! Karena hanya Dia yang datang dari Sorga ke dunia, lalu mati pada Salib untuk menebus dosa manusia, turun ke dalam neraka, kemudian bangkit lagi pada hari ketiga sebagai kemenangan atas maut dan neraka, dan akhirnya naik kembali ke Sorga sebagai bukti lengkap bahwa Dialah Tuhan yang mengunjungi manusia.

Sebuah usaha mengatakan Tuhan tidak ada tentu merupakan usaha agar tidak bertanggung jawab dalam hidup, sebuah penyangkalan yang paling sesat. Tapi percayalah, seorang ateis-pun akan bergidik jika menyusuri kuburan di malam hari atau melihat mayat sendirian. Kenapa orang takut kehadiran setan tapi tidak menyadari kehadiran Allah?

Sekarang kita coba lihat tentang pukat ini.

Penulis pernah melayani bersama kelompok pemuda di gereja dimana penulis pernah tinggal, saat itu kami memiliki pelayanan seminggu penuh tinggal di desa terpencil sambil membagikan berkat rohani dan jasmani. Kami melakukan kerja bakti sosial membangun gedung gereja, memberi penyuluhan keterampilan, namun juga mengadakan kebaktian kebangunan rohani dan ibadah-ibadah keluarga tiap pagi. Saat itu kami memilih sebuah desa terpencil di pinggir pantai.



Suatu waktu di subuh hari, ada kebiasaan penduduk mencari ikan dengan menebar jala sepanjang garis pantai, lalu jala tersebut ditarik bersama-sama sehingga banyak ikan terperangkap di dalamnya. Kami sebagai orang kota mencoba bersama orang desa melakukannya, sungguh itu pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik yang luar biasa, menarik “soma” istilah penduduk setempat. Anda harus kuat menahan dingin air, menahan ombak sambil menarik jaring yang berat dengan ikan-ikan yang tersangkut di sana.




Pukat adalah alat yang berfungsi seperti itu, namun mungkin dengan bentuk yang sedikit berbeda. Pukat lebih mirip perangkap yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menampung banyak ikan. Bisa terbuat dari jaring tetapi bisa juga dari anyaman bambu atau bahan lainnya, intinya pukat itu perangkap!

Jadi apakah Tuhan Yesus menyatakan hal kerajaan Sorga adalah perangkap? Ya benar! Injil keselamatan dari Kristus Yesus menjadi perangkap bagi semua manusia.

Perangkap yang dimaksud tentu saja bukan sebuah itikad buruk, tetapi sebuah analogi terhadap karya keselamatan yang Tuhan Yesus sampaikan melalui Injil. Kita lihat dari perumpamaan pertama sampai saat ini, Tuhan sedang menjelaskan bahwa hal kerajaan Sorga adalah berita Injil.




Penabur menaburkan benih keselamatan, namun tergantung dari cara kita menerima benih itu, apakah dengan hati yang gembur dan siap ditanami, ataukah menolak melalui hati yang tidak gembur dan tidak siap tanam? Bahkan mungkin keras berbatu-batu?

Lalang di antara gandum jelas menyatakan bahwa benih keselamatan itu ada diantara kita dan kita tidak bisa menghakimi sebelum masa penuaian, karena benih itu perlu bertumbuh dan berbuah agar dapat dibedakan dari lalang. Dan tanpa berbuah, tumbuhan gandumpun tak dapat dibedakan dari lalang, sehingga turut dibakar.

Biji sesawi dan ragi menjelaskan sifat yang terlihat nyata pada mereka yang memiliki benih-benih keselamatan itu. Demikian juga harta terpendam dan mutiara yang berharga, menjelaskan bagaimana sesorang merespon dan menghargai keselamatan yang diterimanya, yang artinya melebihi segalanya dalam hidupnya. Apakah anda merasakan ini dalam hidup anda? Ataukah ada harta, jabatan bahkan seorang yang melebihi keselamatan anda? Mungkin anda belum memperoleh keselamatan itu selama ini. Karena tak ada orang rela menukar keselamatannya demi hal dunia fana ini.

Benih keselamatan itu telah nyata, itulah Injil. Yaitu berita sukacita bahwa manusia bisa memperoleh penyucian dan pembenaran dari dosa-dosanya, melalui iman percaya pada karya penyelamatan Allah sendiri, yaitu pengorbanan Tuhan Yesus pada salib. Ketika orang memiliki iman ini, dia memiliki kepastian keselamatan dalam dirinya. (baca tautan: Kepastian Keselamatan).

Menarik sekali bahwa ada rentang waktu untuk masa akhir zaman itu. Secara jelas Tuhan bilang bahwa pukat itu terisi penuh lalu di seret ke pantai. Tentu saja jika saat ini belum akhir zaman, maka masih ada kesempatan menjadi "ikan yang baik" bukan?

Namun ada hal yang menarik dari kalimat Tuhan Yesus dalam perumpamaan ini. Tuhan Yesus bilang, bahwa orang-orang yang menarik pukat itu kemudian memilih ikan yang baik untuk dikumpulkan dan ikan yang tidak baik untuk dibuang. Sementara dianalogikan kemudian bahwa malaikat-malaikat akan mengumpulkan orang jahat untuk dibuang ke dapur api dan memisahkan orang benar.

Sekali lagi ketelitian Firman Allah sungguh luar biasa, Tuhan tidak mengatakan orang baik yang dibawa oleh-Nya tetapi mengatakan orang benar. Biasanya orang akan membandingkan orang baik dengan orang jahat, tetapi Tuhan membandingkan orang benar dengan orang jahat.

Ini menjelaskan ada hal spesial tentang orang benar dibanding orang baik. Ya orang benar pasti baik sedangkan orang baik belum tentu benar. Lalu siapakah yang dimaksud orang benar? Tepat, orang yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus.

Orang benar adalah mereka yang menerima benih keselamatan dengan hati yang terbuka, yang subur dan yang siap, sehingga mereka berbuahkan buah kebenaran. Mereka sejatinya adalah gandum yang berisi saat dituai pada waktunya. Mereka adalah yang bertumbuh dan bersaksi bagaikan biji sesawi yang kecil menjadi pohon yang besar dan kuat, juga yang memberi pengaruh pada dunia seperti khamirnya ragi terhadap tepung. Mereka memiliki kekuatan iman yang penuh penghargaan terhadap keselamatan yang diterimanya, seperti seorang kaya menjual seluruh hartanya demi membeli ladang dimana ada harta terpendam atau seorang menjual segala miliknya dan pergi membeli mutiara yang berharga itu. Ya merekalah orang benar itu!

Kenyataannya adalah bahwa akan ada waktunya, kita sekalian dihakimi berdasarkan dua golongan, orang jahat dan orang benar. Semua yang tidak benar sesuai penjelasan hal kerajaan Sorga yang telah disampaikan, adalah termasuk golongan orang jahat, tak peduli seberapa saleh dan baiknya moral kita. Mengapa?

Karena semua manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), tak seorang salehpun yang tidak pernah berbuat dosa (Pengkotbah 7:20), kita semua keturunan Adam yang berdosa, membawa kutukan dalam darah keturunan Adam dan Hawa, karena ketika itu di taman Eden Allah berfirman, jika kau melanggar larangan Allah dengan menyentuh buah pohon pengetahuan yang di tengah-tengah taman itu, saat itu kamu mati. Bukan saja menyentuh, mereka bahkan memakannya (Kejadian 3). Upah dosa ialah maut/mati (Roma 6:23a), oleh karena itu kita semua berada dalam hukuman mati.

Namun kasih Allah sajalah yang memberikan kita kesempatan untuk diselamatkan, melalui iman pada Tuhan Yesus Kristus (Roma 6:23b), maka ketika kita mengaku dosa, kita disucikan dari segala dosa dan segala kejahatan (I Yohanes 1:9). Seluruh isi Alkitab menuju pada satu momen puncak ini, yaitu karya penebusan Tuhan Yesus Kristus pada salib.

Mungkin anda bertanya, baiklah kita yang hidup setelah kebangkitan Kristus mendapat keselamatan melalui iman pada karya keselamatan-Nya, lalu bagaimanakah dengan mereka yang sebelum masa itu? Jawabannya sama, Allah maha kasih menyediakan jalan keselamatan yang adil, dan semua itu melalui simbol dan janji yang penggenapannya pada Yesus Kristus.

Sebelum air bah, Allah bahkan berbicara langsung dengan manusia, mengorbankan hewan untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa, mencoba memperingatkan dan menyelamatkan Kain dari dosa membunuh Habel, bahkan memberikan Nuh dan bahteranya sebagai peringatan bagi manusia saat itu agar bertobat. 

Sementara setelah air Bah, Allah masih berbicara langsung pada manusia, kemudian memilih Abraham dan keturunannya menjadi sebuah bangsa sebagai jalan keselamatan yaitu bangsa Israel yang begitu berbeda pada masa Musa dibanding bangsa manapun di seluruh bumi, dan kemudian sangat terkenal pada masa Daud dan Salomo. Bangsa ini telah diberi hukum Taurat Allah secara langsung oleh Allah muka berhadapan muka, agar seluruh dunia mengikuti mereka.

Namun demikian, baik dari zaman Kain sampai kelahiran Yesus, manusia gagal untuk hidup benar. Hanya sedikit saja manusia yang selamat, mereka selamat hanya karena hidup dalam pengharapan melihat Juruselamat yaitu Yesus Kristus itu sendiri (saksi-saksi iman dalam Ibrani 11 menjelaskannya).

Hanya satu jalan, yaitu Tuhan Yesus jalannya. Hanya jika Allah sendiri menjadi manusia kudus (bukan keturunan Adam tapi lahir dari perawan Maria) dan yang menebus manusia, maka manusia benar-benar punya peluang untuk keselamatan. Yaitu keselamatan yang bukan berdasarkan kekuatan manusia sendiri, yang selalu dan pasti gagal. Tetapi keselamatan berdasarkan iman percaya dan perubahan yang dilakukan oleh Roh Allah sendiri, yang berdiam di dalam diri orang percaya tersebut.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, kita semua masih diberi kesempatan untuk masuk dalam perjamuan kasih Allah di Sorga kekal. Kita masih diberikan kesempatan menjadi golongan orang benar. Ambillah kesempatan ini!

Bukalah hatimu, renungkanlah hidupmu, jernihkan pemahamanmu, carilah Tuhan dan lihatlah Dia yang pernah disalibkan demi menebus dosamu. Dia yang akan datang kembali sebagi Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan. Undanglah Tuhan Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Penebusmu, akuilah dan percayalah pada-Nya, maka anda akan diselamatkan oleh kasih-Nya yang luar biasa itu. Tuhan Yesus memberkati, amin.